Selasa, 12 Januari 2021

Peran Informasi GeoSpasial

Diposting oleh Chelsy di 1/12/2021 04:01:00 PM 17 komentar

PERAN INFORMASI GEOSPASIAL TERHADAP PEMBANGUNAN INDONESIA

Data adalah jenis kekayaan bangsa kita; yang lebih berharga dari minyak –Joko Widodo-

    Data dan informasi Geospasial juga semakin penting dan semakin bermanfaat untuk mendukung proses pembangunan di berbagai sektor kehidupan di negara kita Indonesia. Semua jenis data dan informasi yang memiliki elemen lokasi (georeferensi) baik di permukaan, di dalam, dan di atas permukaan bumi. Volume Informasi Geospasial NKRI memiliki volume yang sangat besar (Big Spatial Data) dan memerlukan kapasitas SDM dan Industri Informasi Geospasial yang baik dan berkualitas. 

Lokasi: Konektor antara data-data sosial, ekonomi, dan lingkungan. 

Tanpa atribut lokasi, data dan informasi secara umum menjadi kerap kurang bermakna dan menyulitkan pengambilan keputusan. 

 

Informasi Geospasial Untuk Pembangunan Berkelanjutan Indonesia 

Data     👉 Jarak, Sudut, Ketinggian, Kedalaman, Koordinat, Gayaberat, Pasut, Foto Terestris,                                   Foto, Udara, Citra Satelit, Point Cloud, dll

Information 👉      Jaring Kontrol Koordinat/Tinggi/ Gayaberat, Peta Dasar, Peta Tematik, DEM,                                              Model 3D, Basis Data, SIG, BIM, Geoportal, dll

Knowledge  👉      Geodesy, Geomatics, Geography, Geospatial Economy, Geospatial Intelligence,                                            Geostatistics, etc.

Wisdom 👉 Pembangunan Berkelanjutan, Pengelolaan Sumberdaya Alam, Mitigasi dan                                             Adaptasi Bencana, Pengayaan Khasanah Keilmuan, Pertahanan dan Keamanan                                        Negara, Pengembangan Ekonomi Digital, Pembangunan Wilayah & Masyarakat                                     Cerdas

Indonesia adalah negara Maritim yang kaya dengan SDA Hayati dan Non hayati

Informasi Geospasial diperlukan untuk mengelola NKRI yang terdiri dari : 

5000 km x 2000 km                      270 juta penduduk

 8 Jam Terbang                              1340 Etnis

 3 Zona Waktu                              17.504 Pulau   

 6 Agama Utama 

Dengan Tujuan :

• Pembangunan Berkelanjutan 

• Pengelolaan Sumber daya Alam 

• Mitigasi dan Adaptasi Bencana 

• Pengayaan Khasanah Keilmuan 

• Pertahanan dan Keamanan Negara 

• Pembangunan Ekonomi Digital 


Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam darat dan laut 

        Data dan Informasi Geospasial diperlukan untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. 

Indonesia memiliki banyak kota yang perlu dikembangkan. 

            Informasi Geospasial diperlukan untuk merealisasikan program dan aktivitas Kota Cerdas (Smart Cities). 

        Yang terdiri dari Wilayah Administrasi 

            • 34 Provinsi                      • 514 Kabupaten/Kota 

            • 7094 Kecamatan             • 83.447 Desa/Kelurahan

 Indonesia Terhadap Rentan Bencana Alam 

        Informasi Geospasial diperlukan untuk mendukung berbagai tahapan Manajemen Pengurangan Resiko Bencana.

Peran Informasi Geospasial Untuk Bangsa dan Negara 

  • Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam 
  • Pengelolaan Sumber Daya Alam (Darat dan Laut) 
  • Pembangunan Berkelanjutan 
  • Pertahanan dan Keamanan Negara 
  • Pengembangan Ekonomi Digital 
  • Pengembangan Smart City 
  • Survei Pemetaan (Darat & Laut) 
  • Reforma Agraria 
  • Penentuan Posisi & Navigasi 
  • Penetapan Batas (Desa > Negara) 
  • Pemetaan Neraca Sumber Daya Alam 
  • Penataan Ruang 
  • Pembangunan Infrastruktur 
  • Pemetaan Desa 
  • Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan 
  • Pemberdayaan Location-based Services 

PERAN DATA DAN INFORMASI GEOSPASIAL DALAM PERENCANAAN SDG’s 

        SDG’s merupakan rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. 

Empat Pilar Pembangunan SDG’s di Indonesia 

a. Pilar Pembangunan Sosial 

        - Tanpa Kemiskinan 

        - Tanpa Kelaparan 

        - Kehidupan sehat dan sejahtera 

        - Pendidikan berkualitas 

        - Kesetaraan Gender 

b. Pilar Pembangunan Ekonomi 

        - Energi bersih dan terjangkau 

        - Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi 

        - Industri, Inovasi, dan Infrastruktur 

        - Berkurangnya Kesenjangan 

        - Kemitraan untuk mencapai tujuan 

c. Pilar Pembangunan Lingkungan 

        - Air bersih dan sanitasi layak 

        - Kota dan pemukiman yang berkelanjutan 

        - Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab 

        - Penanganan perubahan iklim 

        - Ekosistem lautan 

        - Ekosistem daratan 

d. Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola 

        - Perdamaian keadilan dan kelembagaan yang teguh

Komunitas Geospasial harus mendukung realisasi lima program presiden RI, yaitu :

1. Pembangunan SDM 

        - Prioritas utama merespons bonus demografi 

        - Menciptakan generasi pekerja keras, dinamis, dan menguasai IPTEK

        - Perlunya endowment fund untuk manajemen SDM 

        - Kerja sama dengan industry 

2. Pembangunan Infrastruktur 

        - Pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan untuk mendukung aktivitas masyarakat 

        - Termasuk pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan perekonomian dan                     kemudahan aksebilitas 

3. Penyederhaan segala bentuk kendala regulasi 

        - Mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja                    dan UU Pemberdayaan UMKM 

        - UU tersebut merevisi UU menghambat tercapainya lapangan kerja dan UMKM 

4. Penyederhanaan Birokrasi 

        - Memotong birokrasi yang panjang dan penyederhanaan eselonisasi 

        - Membuat eseleon menjadi dua level saja, dengan tingkat fungsional yang menghargai                             kompetensi dan keahlian 

5. Transformasi Ekonomi 

        - Dari ekonomi yang tergantung pada SDA menjadi ekonomi dengan daya saing manufaktur                     dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi


Informasi Geospasial akan punya peran yang penting dalam merealisasikan Visi Indonesia



Dukungan Informasi Geospasial untuk Realisasi SDG’s

Data dan Informasi Geospasial saat ini mempunyai karakteristik 4v dari big data ini. 


Karakteristik 4 V Big Data


Menggunakan Kebijakan Satu Peta 

Informasi Geospasial dalam Era Industri 



Kamis, 18 Juni 2020

Fungsi Manajemen Proyek dalam Pembangunan Infrastruktur Selama Masa Pandemic

Diposting oleh Chelsy di 6/18/2020 10:49:00 AM 3 komentar

                                                         

Manajemen proyek adalah suatu metode pengelolaan yang dikembangkan secara ilmiah dan intensif sejak pertengahan abad ke-20 untuk menghadapi kegiatan khusus yang berbentuk proyek. Hal ini merupakan usaha agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara efisien dan efektif.

Efektif dalam hal ini adalah di mana hasil penggunaan sumber daya dan kegiatan sesuai dengan sasarannya yang meliputi kualitas, biaya, waktu, dan lain-lainnya. Sedangkan efisien diartikan penggunaan sumber daya dan pemilihan sub-kegiatan secara tepat yang meliputi jumlah, jenis, saat penggunaan sumber lain dan lain-lain.

Proyek dalam hal ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha atau bisnis yang sifatnya sementara dari waktu awal pekerjaan ditetapkan. Yang dimaksud sementara di sini adalah hanya terbatas pada proses pengerjaannya tetapi tidak berlaku pada hasil (produk atau jasa) yang dihasilkan oleh proyek. Contohnya adalah sebuah proyek pembangunan infrastruktur akan memiliki durasi atau waktu pengerjaan yang sudah ditetapkan sedangkan hasilnya, yaitu infrastruktur tersebut, mungkin dapat digunakan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Tujuan Manajemen Proyek

1. Mengelola Risiko

Keberhasilan pelaksanaan proyek tak lepas dari ’trial and error’ selama menjalani prosesnya. Risiko bisa saja mengganggu keberlangsungan suatu proyek, namun bukan berarti tidak bisa dikelola. Dengan melakukan manajemen proyek, Anda dapat mengatasi risiko yang mungkin terjadi.

2. Memaksimalkan Potensi Tim

Kualitas sumber daya manusia turut mengambil peran penting dalam melaksanakan proyek. Manajemen proyek menggerakkan setiap individu agar dapat memainkan perannya dengan maksimal, mampu membuat perencanaan yang baik serta memiliki kemampuan dalam mengelola proyek.

3. Menciptakan Perencanaan yang Tepat

Manajemen proyek mengarahkan pada perencanaan yang tepat mencakup seluruh proses awal hingga akhir dengan memaksimalkan kualitas dan kapabilitas.

4. Memanfaatkan Peluang

Manajemen proyek sangat membantu mengelola sebuah peluang untuk dimanfaatkan bagi perkembangan perusahaan tanpa mengurangi nilai utama yang ingin dicapai perusahaan.

5. Mengelola Integrasi

Membuat proyek tetap konsisten dan tetap berada pada jalur yang tepat dibutuhkan integrasi antara sistem, proses bisnis, dan organisasi. Kesinambungan antara 3 elemen tersebut membuat kunci dari nilai sebuah proyek tetap terjaga, sehingga tujuan pun dapat tercapai. Manajemen proyek berperan penting dalam mengidentifikasi dan mempertahankan integrasi.


Tahapan Manajemen Proyek

Dalam manajemen proyek, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Menganalisis tahapan ini dilakukan agar proses manajemen proyek tepat guna dan tepat sasaran sesuai perencanaan. Berikut tahapannya:

a. Project Definition (Pendefinisian Proyek) – Mendefinisikan tujuan proyek dan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan agar proyek yang dilaksanakan tersebut berhasil dengan kualitas yang diinginkan.

b. Project Initiation (Inisialisasi Proyek) – Perencanaan awal terhadap sumber daya yang akan digunakan sebelum suatu proyek dimulai.

c. Project Planning (Perencanaan Proyek) – Menguraikan dengan jelas bagaimana sebuah proyek harus dijalankan. Pada project planning ini, akan terlihat dengan jelas pentingnya segitiga manajemen proyek yaitu waktu, biaya, dan ruang lingkup suatu proyek.

d. Project Execution (Pelaksanaan Proyek) – Melakukan pekerjaan agar proyek yang dimaksud tersebut berhasil sesuai dengan keinginan.

e. Project Monitoring & Control (Pemantauan dan Pengendalian Proyek) – Pengambilan langkah-langkah yang diperlukan sehingga pengoperasian proyek berjalan dengan lancar.

f. Project Closure (Penutupan Proyek) – Menerima hasil akhir dari proyek dan menghentikan semua penggunaan sumber daya. 


Dalam penanganan Proyek Konstruksi....

Sampai saat ini, persebaran Covid-19 masih aktif terjadi. Namun pemerintah telah mulai berupaya untuk menghidupkan kembali aktivitas demi menyelamatkan perekonomian negara dan masyarakatnya. Setelah berakhirnya lockdown selanjutnya diadakan new normal, namun itu bukan berarti bahwa segala aktivitas masyarakat akan kembali normal seperti saat sebelum pandemic melanda. Langkah persiapan new normal akan disesuaikan dengan pandemic yang berlaku tergantung dengan negara dan wilayah, dengan sektor bisnis serta cara yang berbeda, masing-masing dengan kecepatan yang berbeda pula.

Di tengah pandemi Covid-19, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur dalam rangka menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi di tengah merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) proyek konstruksi tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Namun Menteri PUPR menekankan pentingnya pelaksanaan Instruksi Menteri PUPR No. 02 Tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi sebagai kunci dalam pengerjaan konstruksi di tengah pandemi.Yang meski begitu hal ini dapat berpengaruh dengan pengerjaan tentunya akan lebih lama dari biasanya lantaran penerapan physical distancing atau jaga jarak untuk memutus penyebaran Covid-19.

Contohnya jika biasanya proyek dikerjakan dalam tempo 50 hari maka kali ini dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, kini memakan waktu hingga 100 hari.

Protokol tersebut merupakan bagian dari keseluruhan kebijakan untuk mewujudkan keselamatan konstruksi, kesehatan kerja, keselamatan publik, dan keselamatan lingkungan setiap tahapan penyelenggaraan konstruksi.

Instruksi Menteri tersebut memuat mekanisme tentang protokol pencegahan Covid-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yaitu:

Pertama, membentuk satuan tugas (satgas) pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh pengguna jasa dan penyedia jasa;

Kedua, menyediakan fasilitas pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh penyedia jasa pekerjaan konstruksi;

Ketiga, mengedukasi semua orang untuk menjaga diri dari Covid-19 oleh satuan tugas;

Keempat, mengukur suhu semua orang pada setiap pagi, siang, dan sore yang dilakukan oleh penyedia jasa konstruksi.

Kelima, membuat kerja sama penanganan suspect Covid-19 dengan Rumah Sakit dan Puskesmas setempat yang dilakukan penyedia jasa pekerjaan konstruksi;

 Keenam, menghentikan sementara pekerjaan jika terindikasi ada tenaga kerja yang terpapar Covid-19 yang dilakukan oleh pengguna dan atau penyedi jasa pekerjaan;

Ketujuh, melakukan tindakan isolasi dan penyemprotan disinfektan sarana dan prasarana kantor dan lapangan yang dilakukan penyedia jasa dan pekerjaan konstruksi.



Instruksi Menteri No. 02/IN/2020 juga menyebutkan penyelenggaraan jasa konstruksi dapat diberhentikan sementara apabila  memiliki keadaan:

1. Memiliki risiko tinggi akibat lokasi proyek berada di pusat sebaran;

2. Telah ditemukan pekerja yang positif dan/atau berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP);

3. Pimpinan Kementerian/Lembaga/Instansi/Kepala Daerah telah mengeluarkan peraturan untuk menghentikan kegiatan sementara akibat keadaan kahar.

Pelaksanaan pemberhentian pekerjaan sementara tersebut harus mengacu pada Mekanisme Penghentian Pekerjaan Sementara. Penghentian sementara tidak melepaskan hak dan kewajiban Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa terhadap kompensasi biaya upah tenaga kerja konstruksi, subkontraktor, produsen dan pemasok yang terlibat. Artinya, upah tenaga kerja konstruksi tetap dibayarkan. Hal ini dimaksudkan untuk tetap melindungi hak-hak dan kewajiban para pihak dengan tetap memperhatikan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.


Adapun strategi aman dalam bekerja yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

Menyiapkan infrastruktur pendukung bagi karyawan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pada saat kembali bekerja, seperti perlengkapan alat pelindung diri (APD).

Menerapkan protokol kesehatan dan keamanan untuk pekerja. Di antaranya dengan mengecek suhu tubuh dan mewajibkan penggunaan masker serta menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan.

Sehingga pada akhirnya pemilik proyek melihat masa transisi/ new normal ini sebagai kesempatan emas untuk memulai proses pemulihan yang sempat melambat dan bahkan terhenti pada saat krisis. Oleh karena itu, manajemen proyek sangatlah penting untuk menyusun rencana pembangunan infrastruktur konstruksi bangunan dan lainnya untuk mendapatkan tujuan yang diharapkan agar proyek dapat mengurangi kerugian dan memiliki tujuan yang tercapai secara maksimal terlebih ketika memasuki era new normal.

Dengan berjalannya proyek di tengah pandemi menjadi bukti bahwa hidup bisa berdampingan dengan Covid-19 dapat dilakukan dengan catatan tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan, jaga jarak dan pemakaian masker.


Sabtu, 17 Mei 2014

Sahabat

Diposting oleh Chelsy di 5/17/2014 12:40:00 PM 1 komentar

Saat kmu ribut sama pacar & curhat ke sahabat, pasti sahabat kasih saran yg terbaik buat kmu.. (y)


Tapi saat kmu ribut sama sahabat & curhat ke pacar, pacar akan bilang
"udah gak usah main lagi sama dia".. >:/

Saat kmu makan sama pacar terus kmu bilang mau ngundang sahabat kmu, pacar bilang "ngapain sih ? mereka cuma ganggu kita".. >:OTapi saat kmu lagi makan sama sahabat terus kmu bilang mau ngajak pacar kmu, sahabat bilang "ajak aja biar seru".. =))

Saat kmu dijauhin sahabat, pacar bilang "udah gak usah sedih masih banyak temen yg lain, mereka gak penting pentingan juga aku!".. 8-|

Tapi saat kmu putus sama pacar kmu, sahabat bilang
"udah aku yakin kmu dapet yg lebih baik dari dia, kita gak akan tinggalin kmu".. :*

Itu bukti ketulusan sahabat, walau kmu sayang banget sama pacar kmu, tapi jgn pernah kmu meragukan kesetiaan sahabat kmu.. ({})

Jumat, 14 Maret 2014

BAGAIMANA BERSIKAP DAN BERGAUL (BERSOSIALISASI)

Diposting oleh Chelsy di 3/14/2014 11:24:00 AM 0 komentar
BAGAIMANA BERSIKAP DAN BERGAUL (BERSOSIALISASI)

Seringkali kita melupakan betapa pentingnya bersosialisasi, terkadang malah seakan kita enggan untuk melakukannya. Entah karena malu atau takut merasa dirugikan oleh orang lain? Padahal tak seorang pun didunia ini melakukan perjalanan seorang diri. Agar bisa bergerak maju mengejar semua tujuan, baik kita menyadarinya maupun tidak. Kita selalu membutuhkan orang lain. Kita tidak bisa meraih kesuksesan sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Disisi lain membangun hubungan positif belum tentu mudah.

Cara Belajar Efektif dan Mudah Paham

Diposting oleh Chelsy di 3/14/2014 11:12:00 AM 0 komentar

Cara Belajar Efektif dan Mudah Paham 


1. Belajar tanpa Mood
Belajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja.

Kamis, 27 Februari 2014

Diposting oleh Chelsy di 2/27/2014 02:31:00 PM 0 komentar
Alexander Graham Bell 3 Maret 1847 - 1922
Telepon (Telephone)

Alexander Graham Bell (1847-1922) adalah penemu dari Amerika dan pengajar bagi orang tuli, dan dia dikenal sebagai penemu telepon (telephone).

Rabu, 26 Februari 2014

Cabang - Cabang Biologi

Diposting oleh Chelsy di 2/26/2014 07:10:00 PM 0 komentar


NAMA - NAMA CABANG BIOLOGI

·  Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
·  Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
·  Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
 

Keep STUDY~ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos