PERAN INFORMASI GEOSPASIAL TERHADAP PEMBANGUNAN INDONESIA
Data adalah jenis kekayaan bangsa kita; yang lebih berharga dari minyak –Joko Widodo-
Data dan informasi Geospasial juga semakin penting dan semakin bermanfaat untuk mendukung proses pembangunan di berbagai sektor kehidupan di negara kita Indonesia. Semua jenis data dan informasi yang memiliki elemen lokasi (georeferensi) baik di permukaan, di dalam, dan di atas permukaan bumi. Volume Informasi Geospasial NKRI memiliki volume yang sangat besar (Big Spatial Data) dan memerlukan kapasitas SDM dan Industri Informasi Geospasial yang baik dan berkualitas.
Lokasi: Konektor antara data-data sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Tanpa atribut lokasi, data dan informasi secara umum menjadi kerap kurang bermakna dan menyulitkan pengambilan keputusan.
Informasi Geospasial Untuk Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
Data 👉 Jarak, Sudut, Ketinggian, Kedalaman, Koordinat, Gayaberat, Pasut, Foto Terestris, Foto, Udara, Citra Satelit, Point Cloud, dll
Information 👉 Jaring Kontrol Koordinat/Tinggi/ Gayaberat, Peta Dasar, Peta Tematik, DEM, Model 3D, Basis Data, SIG, BIM, Geoportal, dll
Knowledge 👉 Geodesy, Geomatics, Geography, Geospatial Economy, Geospatial Intelligence, Geostatistics, etc.
Wisdom 👉 Pembangunan Berkelanjutan, Pengelolaan Sumberdaya Alam, Mitigasi dan Adaptasi Bencana, Pengayaan Khasanah Keilmuan, Pertahanan dan Keamanan Negara, Pengembangan Ekonomi Digital, Pembangunan Wilayah & Masyarakat Cerdas
Indonesia adalah negara Maritim yang kaya dengan SDA Hayati dan Non hayati
Informasi Geospasial diperlukan untuk mengelola NKRI yang terdiri dari :
5000 km x 2000 km 270 juta penduduk
8 Jam Terbang 1340 Etnis
3 Zona Waktu 17.504 Pulau
6 Agama Utama
• Pembangunan Berkelanjutan
• Pengelolaan Sumber daya Alam
• Mitigasi dan Adaptasi Bencana
• Pengayaan Khasanah Keilmuan
• Pertahanan dan Keamanan Negara
• Pembangunan Ekonomi Digital
Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam darat dan laut
Data dan Informasi Geospasial diperlukan untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Indonesia memiliki banyak kota yang perlu dikembangkan.
Informasi Geospasial diperlukan untuk merealisasikan program dan aktivitas Kota Cerdas (Smart Cities).
Yang terdiri dari Wilayah Administrasi
• 34 Provinsi • 514 Kabupaten/Kota
• 7094 Kecamatan • 83.447 Desa/Kelurahan
Indonesia Terhadap Rentan Bencana Alam
Informasi Geospasial diperlukan untuk mendukung berbagai tahapan Manajemen Pengurangan Resiko Bencana.
Peran Informasi Geospasial Untuk Bangsa dan Negara
- Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam
- Pengelolaan Sumber Daya Alam (Darat dan Laut)
- Pembangunan Berkelanjutan
- Pertahanan dan Keamanan Negara
- Pengembangan Ekonomi Digital
- Pengembangan Smart City
- Survei Pemetaan (Darat & Laut)
- Reforma Agraria
- Penentuan Posisi & Navigasi
- Penetapan Batas (Desa > Negara)
- Pemetaan Neraca Sumber Daya Alam
- Penataan Ruang
- Pembangunan Infrastruktur
- Pemetaan Desa
- Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan
- Pemberdayaan Location-based Services
PERAN DATA DAN INFORMASI GEOSPASIAL DALAM PERENCANAAN SDG’s
SDG’s merupakan rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan.
Empat Pilar Pembangunan SDG’s di Indonesia
a. Pilar Pembangunan Sosial
- Tanpa Kemiskinan
- Tanpa Kelaparan
- Kehidupan sehat dan sejahtera
- Pendidikan berkualitas
- Kesetaraan Gender
b. Pilar Pembangunan Ekonomi
- Energi bersih dan terjangkau
- Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
- Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
- Berkurangnya Kesenjangan
- Kemitraan untuk mencapai tujuan
c. Pilar Pembangunan Lingkungan
- Air bersih dan sanitasi layak
- Kota dan pemukiman yang berkelanjutan
- Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
- Penanganan perubahan iklim
- Ekosistem lautan
- Ekosistem daratan
d. Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola
- Perdamaian keadilan dan kelembagaan yang teguh
Komunitas Geospasial harus mendukung realisasi lima program presiden RI, yaitu :
1. Pembangunan SDM
- Prioritas utama merespons bonus demografi
- Menciptakan generasi pekerja keras, dinamis, dan menguasai IPTEK
- Perlunya endowment fund untuk manajemen SDM
- Kerja sama dengan industry
2. Pembangunan Infrastruktur
- Pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan untuk mendukung aktivitas masyarakat
- Termasuk pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan perekonomian dan kemudahan aksebilitas
3. Penyederhaan segala bentuk kendala regulasi
- Mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM
- UU tersebut merevisi UU menghambat tercapainya lapangan kerja dan UMKM
4. Penyederhanaan Birokrasi
- Memotong birokrasi yang panjang dan penyederhanaan eselonisasi
- Membuat eseleon menjadi dua level saja, dengan tingkat fungsional yang menghargai kompetensi dan keahlian
5. Transformasi Ekonomi
- Dari ekonomi yang tergantung pada SDA menjadi ekonomi dengan daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi
Informasi Geospasial akan punya peran yang penting dalam merealisasikan Visi Indonesia
Data dan Informasi Geospasial saat ini mempunyai karakteristik 4v dari big data ini.
Informasi Geospasial dalam Era Industri



