Kamis, 18 Juni 2020

Fungsi Manajemen Proyek dalam Pembangunan Infrastruktur Selama Masa Pandemic

Diposting oleh Chelsy di 6/18/2020 10:49:00 AM

                                                         

Manajemen proyek adalah suatu metode pengelolaan yang dikembangkan secara ilmiah dan intensif sejak pertengahan abad ke-20 untuk menghadapi kegiatan khusus yang berbentuk proyek. Hal ini merupakan usaha agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara efisien dan efektif.

Efektif dalam hal ini adalah di mana hasil penggunaan sumber daya dan kegiatan sesuai dengan sasarannya yang meliputi kualitas, biaya, waktu, dan lain-lainnya. Sedangkan efisien diartikan penggunaan sumber daya dan pemilihan sub-kegiatan secara tepat yang meliputi jumlah, jenis, saat penggunaan sumber lain dan lain-lain.

Proyek dalam hal ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha atau bisnis yang sifatnya sementara dari waktu awal pekerjaan ditetapkan. Yang dimaksud sementara di sini adalah hanya terbatas pada proses pengerjaannya tetapi tidak berlaku pada hasil (produk atau jasa) yang dihasilkan oleh proyek. Contohnya adalah sebuah proyek pembangunan infrastruktur akan memiliki durasi atau waktu pengerjaan yang sudah ditetapkan sedangkan hasilnya, yaitu infrastruktur tersebut, mungkin dapat digunakan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Tujuan Manajemen Proyek

1. Mengelola Risiko

Keberhasilan pelaksanaan proyek tak lepas dari ’trial and error’ selama menjalani prosesnya. Risiko bisa saja mengganggu keberlangsungan suatu proyek, namun bukan berarti tidak bisa dikelola. Dengan melakukan manajemen proyek, Anda dapat mengatasi risiko yang mungkin terjadi.

2. Memaksimalkan Potensi Tim

Kualitas sumber daya manusia turut mengambil peran penting dalam melaksanakan proyek. Manajemen proyek menggerakkan setiap individu agar dapat memainkan perannya dengan maksimal, mampu membuat perencanaan yang baik serta memiliki kemampuan dalam mengelola proyek.

3. Menciptakan Perencanaan yang Tepat

Manajemen proyek mengarahkan pada perencanaan yang tepat mencakup seluruh proses awal hingga akhir dengan memaksimalkan kualitas dan kapabilitas.

4. Memanfaatkan Peluang

Manajemen proyek sangat membantu mengelola sebuah peluang untuk dimanfaatkan bagi perkembangan perusahaan tanpa mengurangi nilai utama yang ingin dicapai perusahaan.

5. Mengelola Integrasi

Membuat proyek tetap konsisten dan tetap berada pada jalur yang tepat dibutuhkan integrasi antara sistem, proses bisnis, dan organisasi. Kesinambungan antara 3 elemen tersebut membuat kunci dari nilai sebuah proyek tetap terjaga, sehingga tujuan pun dapat tercapai. Manajemen proyek berperan penting dalam mengidentifikasi dan mempertahankan integrasi.


Tahapan Manajemen Proyek

Dalam manajemen proyek, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Menganalisis tahapan ini dilakukan agar proses manajemen proyek tepat guna dan tepat sasaran sesuai perencanaan. Berikut tahapannya:

a. Project Definition (Pendefinisian Proyek) – Mendefinisikan tujuan proyek dan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan agar proyek yang dilaksanakan tersebut berhasil dengan kualitas yang diinginkan.

b. Project Initiation (Inisialisasi Proyek) – Perencanaan awal terhadap sumber daya yang akan digunakan sebelum suatu proyek dimulai.

c. Project Planning (Perencanaan Proyek) – Menguraikan dengan jelas bagaimana sebuah proyek harus dijalankan. Pada project planning ini, akan terlihat dengan jelas pentingnya segitiga manajemen proyek yaitu waktu, biaya, dan ruang lingkup suatu proyek.

d. Project Execution (Pelaksanaan Proyek) – Melakukan pekerjaan agar proyek yang dimaksud tersebut berhasil sesuai dengan keinginan.

e. Project Monitoring & Control (Pemantauan dan Pengendalian Proyek) – Pengambilan langkah-langkah yang diperlukan sehingga pengoperasian proyek berjalan dengan lancar.

f. Project Closure (Penutupan Proyek) – Menerima hasil akhir dari proyek dan menghentikan semua penggunaan sumber daya. 


Dalam penanganan Proyek Konstruksi....

Sampai saat ini, persebaran Covid-19 masih aktif terjadi. Namun pemerintah telah mulai berupaya untuk menghidupkan kembali aktivitas demi menyelamatkan perekonomian negara dan masyarakatnya. Setelah berakhirnya lockdown selanjutnya diadakan new normal, namun itu bukan berarti bahwa segala aktivitas masyarakat akan kembali normal seperti saat sebelum pandemic melanda. Langkah persiapan new normal akan disesuaikan dengan pandemic yang berlaku tergantung dengan negara dan wilayah, dengan sektor bisnis serta cara yang berbeda, masing-masing dengan kecepatan yang berbeda pula.

Di tengah pandemi Covid-19, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur dalam rangka menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi di tengah merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) proyek konstruksi tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Namun Menteri PUPR menekankan pentingnya pelaksanaan Instruksi Menteri PUPR No. 02 Tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi sebagai kunci dalam pengerjaan konstruksi di tengah pandemi.Yang meski begitu hal ini dapat berpengaruh dengan pengerjaan tentunya akan lebih lama dari biasanya lantaran penerapan physical distancing atau jaga jarak untuk memutus penyebaran Covid-19.

Contohnya jika biasanya proyek dikerjakan dalam tempo 50 hari maka kali ini dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, kini memakan waktu hingga 100 hari.

Protokol tersebut merupakan bagian dari keseluruhan kebijakan untuk mewujudkan keselamatan konstruksi, kesehatan kerja, keselamatan publik, dan keselamatan lingkungan setiap tahapan penyelenggaraan konstruksi.

Instruksi Menteri tersebut memuat mekanisme tentang protokol pencegahan Covid-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yaitu:

Pertama, membentuk satuan tugas (satgas) pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh pengguna jasa dan penyedia jasa;

Kedua, menyediakan fasilitas pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh penyedia jasa pekerjaan konstruksi;

Ketiga, mengedukasi semua orang untuk menjaga diri dari Covid-19 oleh satuan tugas;

Keempat, mengukur suhu semua orang pada setiap pagi, siang, dan sore yang dilakukan oleh penyedia jasa konstruksi.

Kelima, membuat kerja sama penanganan suspect Covid-19 dengan Rumah Sakit dan Puskesmas setempat yang dilakukan penyedia jasa pekerjaan konstruksi;

 Keenam, menghentikan sementara pekerjaan jika terindikasi ada tenaga kerja yang terpapar Covid-19 yang dilakukan oleh pengguna dan atau penyedi jasa pekerjaan;

Ketujuh, melakukan tindakan isolasi dan penyemprotan disinfektan sarana dan prasarana kantor dan lapangan yang dilakukan penyedia jasa dan pekerjaan konstruksi.



Instruksi Menteri No. 02/IN/2020 juga menyebutkan penyelenggaraan jasa konstruksi dapat diberhentikan sementara apabila  memiliki keadaan:

1. Memiliki risiko tinggi akibat lokasi proyek berada di pusat sebaran;

2. Telah ditemukan pekerja yang positif dan/atau berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP);

3. Pimpinan Kementerian/Lembaga/Instansi/Kepala Daerah telah mengeluarkan peraturan untuk menghentikan kegiatan sementara akibat keadaan kahar.

Pelaksanaan pemberhentian pekerjaan sementara tersebut harus mengacu pada Mekanisme Penghentian Pekerjaan Sementara. Penghentian sementara tidak melepaskan hak dan kewajiban Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa terhadap kompensasi biaya upah tenaga kerja konstruksi, subkontraktor, produsen dan pemasok yang terlibat. Artinya, upah tenaga kerja konstruksi tetap dibayarkan. Hal ini dimaksudkan untuk tetap melindungi hak-hak dan kewajiban para pihak dengan tetap memperhatikan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.


Adapun strategi aman dalam bekerja yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

Menyiapkan infrastruktur pendukung bagi karyawan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pada saat kembali bekerja, seperti perlengkapan alat pelindung diri (APD).

Menerapkan protokol kesehatan dan keamanan untuk pekerja. Di antaranya dengan mengecek suhu tubuh dan mewajibkan penggunaan masker serta menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan.

Sehingga pada akhirnya pemilik proyek melihat masa transisi/ new normal ini sebagai kesempatan emas untuk memulai proses pemulihan yang sempat melambat dan bahkan terhenti pada saat krisis. Oleh karena itu, manajemen proyek sangatlah penting untuk menyusun rencana pembangunan infrastruktur konstruksi bangunan dan lainnya untuk mendapatkan tujuan yang diharapkan agar proyek dapat mengurangi kerugian dan memiliki tujuan yang tercapai secara maksimal terlebih ketika memasuki era new normal.

Dengan berjalannya proyek di tengah pandemi menjadi bukti bahwa hidup bisa berdampingan dengan Covid-19 dapat dilakukan dengan catatan tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan, jaga jarak dan pemakaian masker.


3 komentar:

Nabrin on 18 Juni, 2020 11:09 mengatakan...

artikelnya berguna

Leo mengatakan...

Saya rasa protokolnya harus lebih detail dan spesifik agar tidak merugikan pekerja

Nabrin on 18 Juni, 2020 11:11 mengatakan...

saya rasaa kita harus tau juga kerugian yang disebabkan oleh infrastruktur

Posting Komentar

 

Keep STUDY~ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos